Tips-Tips Dalam Memasak Ala Sheila

Halo sahabat cookingwithsheila.com…

Hari ini saya ingin share mengenai tips-tips saya pribadi dalam memasak sehingga memasak bukan lagi menjadi momok yang sangat susah bagi kita. Hmmm sebelumnya saya bercerita tentang kegiatan saya sehari-hari yah.. Memang benar bahwa memasak adalah hobby yang menjadi pekerjaan saya. Memasak adalah suatu penghiburan bagi saya. Tetapi saya menyadari bahwa tidak semua orang seperti saya. Banyak wanita yang diwajibkan masak karena kewajiban mereka sebagai seorang istri atau ibu. Belum lagi bagi para wanita yang juga bekerja dari pagi hingga sore. Tentu memasak bukan lagi menjadi penghiburan tetapi sesuatu yang merepotkan.

Setiap hari saya memasak buat keluarga saya. Saya sendiri juga bekerja loh hingga sore hari. Saya beruntung di tengah kesibukan saya, saya memasak untuk hiburan saya. Tetapi apapun itu tetap memasak membutuhkan waktu dan waktu adalah hal yang mahal bagi kita semua tidak terkecuali saya J Alhasil saya harus menyiasati banyak resep dan teknik memasak. Dengan demikian, dengan waktu yang terbatas saya masih bisa menghidangkan menu masakan yang bergizi, sehat dan enakkk buat keluarga yang saya kasihi.

Semua ini tentunya proses yang panjang bagi saya. Awal-awal saya masak, sangat repot dan butuh waktu yang lama. Belum lagi hasilnya pun kerapkali gagal. Namun karena hobby saya tidak menyerah dan terus belajar. Saat saya kuliah, kebetulan saya sekolah di Australia. Saya tinggal di sebuah apartment bersama adik saya. Di sana lah saya belajar melakukan tugas-tugas rumah tangga sendiri dari memasak, mencuci baju, menyetrika, membersihkan rumah sambil kuliah dan bahkan sempat saya pun bekerja di sebuah restaurant di sana. Semenjak itulah, saya belajar memasak secara ringkas dan praktis. Saya memilih menu-menu yang simple dan teknik memasak yang lebih mempermudah saya. Mau tau apa itu? Yuk kita pelajari bersama-sama…

  1. Tip pertama ini saya dapatkan dari ibu saya, Lilyawati Gondowijoyo. Ibu saya selalu menasehati saya bahwa sesibuk apapun saya, saya harus menyadari kodrat saya sebagai seorang wanita yang suatu saat pasti harus merawat ayah/ibu, suami dan atau anak. Atas dasar kasih, pasti kita ingin membahagiakan mereka dan merawat mereka supaya selalu sehat. Atas dasar kesadaran diri ini bagaimanapun kesibukan saya, saya belajar untuk memprioritaskan waktu untuk dapat menghidangkan menu bagi keluarga saya setiap harinya.
  1. Saya belajar bahwa proses memasak itu bisa dicicil loh. Dalam memasak kita mengenal menu-menu yang harus kita marinade (rendam dalam bumbu) kemudian di stir-fry, direbus lama, dipanggang dalam oven, dibakar di atas arang, digoreng dan sebagainya. Saya beri 3 contoh menu yang berbeda supaya lebih jelas bagi kita semua.
  • Sapi Lada hitam

Sapi lada hitam adalah salah satu contoh menu masakan yang harus kita rendam dalam bumbu kemudian di stir-fry. Saat memasak menu-menu seperti ini, saya selalu memulai mempersiapkannya sepulang saya bekerja. Pertama saya mengiris dagingnya dan merendamnya dalam bumbu kemudian saya simpan dalam lemari es semalaman. Sudah cukup itu saja yang kita lakukan. Paling hanya 10 menit pun selesai J Keesokan harinya, saya tinggal memotong beberapa sayuran dan menumisnya. Saya yakin hanya 20 menitpun selesai kok. Cepat bukan?

  • Soto Ayam atau Rawon Sapi

Soto ayam dan rawon sapi adalah contoh menu yang perlu direbus lama. Kali ini sepulang dari bekerja, saya menyicil untuk membuat kaldu. Kita didihkan ayam atau daging sapi bersama air dan sedikit garam dan saya rebus dengan api kecil hingga empuk. Saya dinginkan dan masukkan dalam lemari es. Keesokan harinya saya tinggal membuat bumbu halus dan memasukkan dalam kaldunya. Tidak lupa saya merebus sayuran pelengkap, membuat sambal dan untuk soto terakhir saya menggoreng ayam. Jadi deh…. Hmmm biasanya saya membutuhkan waktu satu jam saja untuk menyelesaikan itu semua. Akan lebih cepat lagi bila saat kita membuat kaldu, daripada menunggu saya sering menyiapkan bumbu halus dan memotong sayuran.

Soto memiliki banyak bahan pelengkap dan rasanya paling ribet adalah membuat perkedel L Oleh sebab itu, di waktu renggang saya membuat perkedel dan menggorengnya setengah matang dan saya masukkan freezer. Jadi saat saya mau membuat soto, saya tinggal meng-defrostnya dan menggorengnya kembali. Hihihihi

  • Ayam Goreng Kuning atau Ayam Bakar atau Daging Empal

Mirip dengan soto, menu-menu ini harus direbus dulu dalam bumbu sampai kuah asat dan daging empuk. Hal ini membutuhkan waktu 1-2 jam atau bahkan 3 jam untuk daging sapi. Saya pernah mencoba beberapa teknik. Pertama saya mem-prestonya. Tetapi ternyata hasilnya tidak maksimal karena walau empuk tetapi bumbunya kurang meresap L Akhirnya, saya membagi prosesnya menjadi dua bagian. Sama seperti membuat soto, sepulang dari kantor saya merebus daging dalam bumbu dulu hingga empuk. Memang membutuhkan waktu 1-3 jam namun kita bisa menyambi nonton tv, mandi, duduk bercanda dengan keluarga. Anda bisa meniliknya setiap 30 menit sekali. Setelah empuk, dinginkan dan masukkan lemari es. Keesokan harinya, yang kita lakukan adalah tinggal menggoreng atau memanggangnya. Jangan lupa buat sambalnya… J

  1. Ada beberapa menu yang bisa disimpan dalam freezer. Jadi sewaktu-waktu anda kelaparan atau tidak punya waktu untuk memasak, anda bisa mengeluarkannya dalam freezer, meng-defrostnya dan memasaknya. Misalnya chicken nugget, sayuran yang dipotong seperti labu kuning, perkedel, daging sapi atau ayam yang sudah saya marinade. Nugget dan perkedel tinggal digoreng saja, labu bisa dibuat sup, dan daging sapi atau ayam yang telah dimarinade tinggal ditumis dengan sayuran jadi dehhhh….

Untuk menu dessert, saya selalu membekukan stroberi, pisang, dan atau mangga. Jadi setiap saya mau membuat smoothie untuk makan pagi, saya tinggal memblendernya dengan susu dan madu. Tidak perlu repot mengupasnya dan memotong buah. Kue manis seperti brownies pun ternyata bisa disimpan dalam freezer loh. Sebelum disajikan kita meng-defrostnya dan memanggangnya dalam oven sebentar.

Ada juga beberapa menu yang bisa anda simpan dalam pantry atau lemari misalnya tepung pancake. Di buku pertama saya, Back to the Kitchen Western, saya berbagi resep pancake. Dalam resep tersebut kita bisa membuat campuran tepung pancake yang bisa kita simpan dalam toples. Sehingga setiap pagi kita ingin membuat pancake, kita tinggal menambahkan susu dan telur. Mudah kannnn…

  1. Pilihlah menu dan resep yang simple saat anda sibuk. Contohnya roast chicken, bakso kuah, stir-fry seperti nasi ayam cah jamur dan ayam kecap (gunakan bagian fillet dada ayam). Roast chicken memang agak lama tetapi kita tinggal memasukkannya dalam oven dan menunggu sambil kita santai di rumah. Menu-menu masakan yang dimarinade menggunakan daging ayam tanpa tulang, fillet ikan atau daging sapi irisan tipis juga praktis loh untuk dimasak. Bakso kuah pun sangatlah mudah. Anda tinggal menumis bawang putih dan menambahkan kaldu dan baksonya. Bila punya pangsit, bisa juga ditambahkan. Tumis sayuran pun juga sangat cepat dan mudah dimasak.
  1. Memastikan tersedia beberapa bahan yang harus tersedia di pantry dan freezer. Di pantry, saya pasti menyimpan tepung terigu, makanan kalengan seperti chopped tomato, daging spam (maling), compound chocolate (I love baking chocolate cake hihihihi), jamur kaleng, gula, beberapa jenis selai, mie kering, pasta, dan masih banyak lagi. Sedangkan dalam freezer saya selalu menyimpan buah beku seperti stroberi dan pisang, jagung beku, beberapa jenis daging sapi dan ayam, puff pastry, bakso, ham atau bacon, dan masih banyak lagi. Intinya saya menyimpan bahan yang bisa disimpan dalam jangka lama. Pastikan bahan tersebut memang bahan-bahan yang sering anda gunakan dalam memasak. Jangan sampai malah menumpuk bahan makanan berbulan-bulan dan justru tidak dimasak. Nanti mubazir deh.
  1. Tips terakhir, bagi saya membuang makanan itu tidak baik. Daripada membuangnya, saya mengolahnya menjadi menu lain atau menyimpannya dalam freezer. Misal seperti roti tawar atau sejenisnya. Terkadang belum habis, roti sudah kering dan tidak enak dimakan. Akhirnya saya menyimpannya dalam freezer dan saya bisa memasaknya menjadi bread pudding atau diblender menjadi tepung roti dan digunakan saat kita membuat katsu, semur bola daging, hamburger dan sebagainya. Dalam memasak ayam goreng pun, saya selalu menggoreng seperlunya dan bila tersisa, saya menyimpan dalam freezer. Sewaktu butuh saya tingga meng-defrost dan menggorengnya. Cara-cara seperti ini memang bila dilihat dari sudut nutrisi pasti tidak sebaik masakan yang segar. Tetapi bagi saya membuang makanan di jaman yang mencari uang susah juga tidak baik kan J

Semoga tip-tip ini bisa membantu kita semua dalam memasak. Semoga bermanfaat yah… Sampai bertemu lain waktu dengan topik yang berbeda…

Let’s get cooking…

Sheila Gondowijoyo

Leave a Reply