Tips Membuat Roti

Membuat roti adalah seni, tetapi ada beberapa tips dan trik  yang dapat membantu kalian supaya sukses dan anti gagal dalam membuat roti. Tetapi selain tips juga harus sabar dan semangat pantang menyerah ya, coba terus deh sampai berhasil. Berikut adalah beberapa tips yang mungkin membantu dan bisa dipelajari sahabat Cooking with Sheila 🙂

1. Kualitas Tepung Terigu
Gunakan tepung terigu protein tinggi. Kenapa? karena tepung ini menghasilkan gluten yang banyak sehingga tekstur roti menjadi lebih empuk dan lembut saat digigit.

2. Ragi

Ragi merupakan bahan yang paling penting dalam proses pembuatan roti, karena ragi-lah yang menyebabkan roti mengembang. Kalian harus memperhatikan ragi yang akan digunakan. Cara mengecak ragi masih bagus atau tidak yaitu bisa dengan mencampurkan ½ sdm ragi dengan 1 sdm gula dan 50 ml air hangat. Jika terdapat busa atau gelembung, artinya ragi tersebut masih dapat digunakan.

3. Kuning dan Putih Telur

Agar tekstur roti terasa lebih padat dan kenyal, gunakan bagian putih telurnya saja. Namun, bagi kalian yang lebih menyukai tekstur roti renyah dan lembut, tambahkan lebih banyak kuning telur ke dalam adonan rotimu.

4. Gula

Selain memberikan rasa manis, gula juga berfungsi mengembangkan volume roti karena gula membantu kerja ragi menjadi lebih cepat. Gula juga memberikan warna pada tekstur roti sehingga warnanya menjadi coklat keemasan.

5. Margarin

Margarin adalah salah satu bahan pembuatan roti yang sangat penting. Tanpa margarin, tekstur roti tidak akan menjadi lembut. Gunakan margarin yang berkualitas tinggi.

6. Menguleni adonan

Terkadang, menguleni adonan menjadi masalah bagi banyak orang yang ingin membuat roti di rumah. Bagaimana teknik menguleni adonan yang benar? Teknik menguleni adonan hingga kalis yang paling benar yaitu menggunakan ‘teknik mencuci baju’. Jangan sampai adonan roti tersebut kalian potong-potong atau dirobek ya.

7. Proses fermentasi

Adonan harus berada dalam kondisi tertutup di suhu ruangan agar mengembang dengan sempurna. Biasanya, kalau suhu ruangan dingin memerl ukan waktu lebih lama dari suhu ruangan yang agak panas. Proses pengembangan roti tidak bisa dipatokkan oleh waktu, maka dari itu harus benar-benar diperhatikan.
Cara mengetahui roti sudah mengembang atau belum adalah dengan menemukan serat pada adonan roti. Jika sudah ada serat di permukaan roti maka roti sudah cukup melalui proses fermentasi.
Ada 3 hal yang bisa menghambat proses fermentasi, antara lain, kualitas ragi tidak bagus, adonan tidak menggunakan gula, dan saat proses fermentasi udara tidak cukup hangat untuk membuat ragi mengembang.

8. Mengempiaskan adonan

Setelah adonan mengembang, kalian bisa mengempiskan atau mengecilkan adonan, bisa dengan dipukul untuk menghilangkan gas. Setelah itu adonan bisa kalian bentuk sesuai dengan yang diinginkan. Setelah itu, kalian bisa mengembangkannya lagi selama kurang lebih satu jam.

9. Pengovenan

Roti yang terlalu lama di oven akan menjadi kering dan keras. Lamanya pengovenan tentu sangat berhubungan dengan besarnya roti. Semakin besar ukuran roti maka semakin lama pengovenannya. Bagaimana caranya kita bisa mengetahui roti telah selesai dipanggang? Keluarkan roti dari loyang dan lihatlah dasar dari roti tersebut. Roti yang telah siap dan matang akan memiliki warna cokelat keemasan di dasarnya.

sumber gambar : http://www.bngkolkata.com

sumber artikel : ywww.pakarroti.comhttps://resepkoki.co

Leave a Reply