Efek Samping Diet Mayo

Beberapa waktu yang lalu banyak orang berlomba-lomba ikut mempraktikan diet mayo. Apa sih diet mayo itu ya? Diet mayo ternyata berasal dari Amerika Serikat, yaitu dari sebuah organisasi yang bernama Mayo Clinic, yang metode dietnya  mengubah 5 kebiasaan buruk dan mengganti dengan 5 kebiasaan baik. Misalnya yang dulunya jarang berolahraga tetapi sekarang rutin berolahraga minimal 30 menit per hari atau mengubah pola makan yang tak beraturan menjadi pola makan yang sehat dan berimbang. Akan tetapi penerapan diet mayo di Indonesia ternyata beda persepsi, yaitu dengan mengurangi bahkan menghilangkan asupan garam selama 13 hari berturut-turut, bahkan ada yang tanpa karbohidrat juga. Jika gagal melakukannya dalam 13 hari berturut-turut maka harus melakukan diet ulang lagi dari awal.  Tetapi setelah diselidiki ada efek samping dari penerapan diet mayo ini yaitu :

  • Jika kita mengurangi asupan garam maka akan membuat tubuh kita mengalami dehidrasi.  Hal ini dikarenakan garam bersifat osmosis yang mampu menyerap air di dalam tubuh, jadi jika tubuh kekurangan air sudah pasti berat tubuh akan berkurang. Garam juga mengandung natrium yang berguna untuk mengatur keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Jadi dalam diet ini yang berkurang adalah air dalam tubuh kita bukan lemak padahal yang harus diturunkan itu adalah lemak tubuh. Sebaiknya tetap disarankan diet yang seimbang, khususnya memperbanyak protein dan serat tetapi tetap tidak melupakan zat yang lainnya. Kenapa protein dan serat? Karena kedua zat ini dicerna paling akhir oleh tubuh sehingga kita akan merasakan kenyang lebih lama.
  • Bisa meningkatkan gula darah. Diet ini menganjurkan untuk mengonsumsi beragam jenis buah-buahan dan sayuran, namun terkadang membuat orang yang menjalani diet tersebut mengonsumsi beragam jenis buah dan sayuran. Karena mengonsumsinya secara berlebihan maka dapat memicu resiko peningkatkan gula darah dalam tubuh.
  • Dijelaskan juga pada diet mayo selain garam juga pantang terhadap karbohidrat. Padahal tubuh kita tetap memerlukan karbohidrat sebagai sumber tenaga. Jika kekurangan bisa mengakibatkan konstipasi. Dan jika diet rendah karbohidrat ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama, tidak menutup kemungkinan saat hendak memulai mengonsumsi makanan berkarbohidrat lagi maka berat badan akan kembali naik.

Leave a Reply