Dampak Mengonsumsi Soft Drink

Banyak orang yang terbiasa mengonsumsi soft drink, saat sehabis makan, berolahraga ataupun saat senggang. Bahkan ada yang sampai menghabiskan beberapa kaleng dalam sehari. Kebiasaan tersebut sebaiknya diubah mulai sekarang, karena dampaknya sangat buruk bagi kesehatan. Berikut beberapa alasan kenapa kita harus menghindari soft drink!

  1. Satu buah kaleng soft drink mengandung setara dengan 10 sendok teh gula. Jumlah gula ini, terutama dalam bentuk cair, dapat meningkatkan gula dapat dengan sangat cepat dan menyebabkan reaksi insulin dalam tubuh. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan diabetes atau resistensi insulin, belum lagi penambahan berat badan dan masalah kesehatan lainnya.
  1. Asam fosfat. Soda dalam soft drink mengandung asam fosfat, yang mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium dan dapat menyebabkan osteoporosis, gigi berlubang dan kerapuhan tulang. Asam Fosfat juga berinteraksi dengan asam lambung, memperlambat pencernaan dan menghalangi penyerapan nutrisi.
  1. Pemanis buatan. Dalam soda, aspartame digunakan sebagai pengganti gula, dan ini benar-benar menjadi lebih berbahaya karena penggunaanya telah dikaitkan dengan hampir seratus masalah kesehatan yang berbeda termasuk kejang, multiple sclerosis, tumor otak, diabetes, dan gangguan emosional. Soda juga meningkatkan resiko sindrom metabolik, yang menyebabkan lemak perut, gula darah tinggi dan meningkatkan kolesterol.
  1. Kebanyakan soda mengandung kafein, yang telah dikaitkan dengan kanker tertentu, benjolan pada payudara, jantung berdetak tidak teratur, tekanan darah tinggi, dan masalah lainnya.
  1. Air yang digunakan dalam soda hanya air keran biasa dan bisa mengandung bahan kimia seperti klorin, fluoride dan logam berat.
  1. Peneliti dari Harvard telah menenukan keterkaitan yang jelas atara minuman ringan dengan obesitas. Penelitian ini menemukan bahwa orang yang minum soda selama kurang lebih 12 tahun cenderung menjadi lebih gemuk daripada mereka yang tidak mengonsumsi, dan untuk setiap porsi soda yang dikonsumsi sehari-hari, resiko obesitas meningkat 1,6 kali.
  1. Ekstra fruktosa. Soda mengandung Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, pemanis berkalori yang diperoleh dari jagung. Fruktosa ​mengalami ​metabolisme​ di hati​ dan jika mengonsumsi terlalu banyak fruktosa maka fruktosa akan berubah menjadi lemak. Lemak akan dikirim ke dalam darah dalam bentuk trigliserida dan kolestrol yang dapat meningkatkan risiko kardiovaskular, diabetes, dan gangguan hati.
  1. Kurangnya nutrisi. Sama sekali tidak ada nilai gizi apapun dalam soda. Tidak hanya ada banyak efek berbahaya dari soda, bahkan tidak ada manfaat positif dari mengonsumsinya. Soda adalah zat alami yang merugikan tubuh.
  1. Karena tingginya kandungan gula, natrium dan kafein dalam soda, maka dapat medehidrasi tubuh dan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan dehidrasi kronis.
  1. Buruk bagi kesehatan gigi. Mengonsumsi soft drink secara teratur dapat menyebabkan plak pada gigi dan dapat menyebabkan gigi berlubang serta penyakit gusi.

Leave a Reply