Biji Chia (Chiaseed), Si Kecil yang Kaya Manfaat

Biji chia telah menjadi makanan pokok suku Maya dan Aztec selama berabad-abad. Pada era modern sekarang, biji chia lebih banyak digunakan untuk kesehatan dan juga sebagai bahan masakan, karena ternyata biji chia mengandung sumber yang kaya nutrisi dan antioksidan. Manfaat lainnya adalah :

  1. Kaya akan Omega-3

Biji chia kaya akan lemak tak jenuh jamak atau dikenal dengan (polyunsaturated), terutama asam lemak omega-3. Lemak yang terdapat dalam biji Chia ini terdiri dari 60 persen omega-3, sehingga membuatnya menjadi salah satu sumber nabati terkaya dari asam lemak, khususnya, asam alpha-linolenic, atau ALA. Omega-3 dalam biji chia dapat membantu mengurangi peradangan, meningkatkan kemampuan kognitif dan mengurangi kolesterol tinggi.

  1. Kaya akan Serat

Serat dikaitkan dapat mengurangi peradangan, menurunkan kolesterol dan mengatur fungsi usus. Biji chia merupakan sumber serat, 10 gram biji Chia atau hanya sekitar 2 sendok makan saja, itu sudah lebih dari sepertiga asupan serat harian yang direkomendasikan per hari.

  1. Sebagai Antioksidan

Biji chia kaya akan antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari radikal bebas, penuaan dan kanker. Tingginya antioksidan dari biji chia ini membuatnya tahan lama jika disimpan, bisa bertahan lebih dari dua tahun lho tanpa  pendinginan. Wow hebat kan?

  1. Kaya akan Mineral

Dua sendok makan biji chia mengandung 18 persen dari standar DRI untuk kalsium, 35 persen untuk fosfor, 24 persen untuk magnesium dan sekitar 50 persen untuk mangan. Nutrisi ini membantu mencegah hipertensi dan mempertahankan berat badan, serta yang penting untuk energi metabolisme dan bagian dari sintesis DNA.

  1. Efek Mengenyangkan

Biji chia mempunyai efek mengenyangkan jika dikonsumsi sehingga baik untuk diet.

  1. Bebas gluten

Biji chia tidak mengandung gluten, dimana jika mengonsumsi gluten dalam kadar tinggi dapat menyebabkan kerusakan usus. Oleh karena itu, biji chia ini dapat digunakan sebagai pengganti gluten.

  1. Pengganti telur

Lapisan luar dari biji chia mengembang bila dicampur dengan air dan hasilnya membentuk gel. Jika pada telur, ini adalah bagian yang memiliki kolesterol rendah dan pada makanan akan meningkatkan kandungan gizi dari makanan tersebut. Untuk membuat pengganti telur, campurkan 1 sendok makan biji chia dengan 3 sendok makan air dan diamkan selama 15 menit.

  1. Gampang dicerna

Tidak seperti flaxseeds atau yang dikenal dengan biji rami, yang juga tinggi asam lemak omega-3, serat dan mineral, biji chia tidak perlu digiling untuk mendapatkan nutrisinya.

  1. Dislipidemia

Sebuah studi yang diterbitkan dalam “British Journal of Nutrition” menunjukkan bahwa biji chia sebagai sumber lemak makanan dapat menurunkan trigliserida dan kadar kolesterol sekaligus meningkatkan HDL atau kolesterol “baik”. Studi ini juga menemukan bahwa ketika mengganti biji chia untuk sumber lemak lainnya, seperti minyak jagung, ALA mampu mencegah kadar trigliserida yang tinggi dan mengurangi obesitas.

10.Mengendalikan Kadar Gula Darah

Biji chia memainkan peran penting dalam mengatur kadar insulin yaitu dengan mengurangi resistensi insulin dan menurunkan tingkat abnormal insulin dalam darah.

(https-authoritynutrition.com)

Biji Chia (sumber gambar : https://authoritynutrition.com)

Leave a Reply